WILUJENG SUMPING DI SITUS SATORI Poenya

5.31.2009

Bertani “Nyeblok”

Bertani adalah suatu keniscayan bagi masyarakat ang tinggal di desa-desa. Begitu banyak kegiatan pertanian yang dilakukan petani dari mulai bertanam padi, jagung, palawija, singkong, pisang, nenas, karet, albasia, dan lain sebagainya yang kesemuanya itu dibutuhkan oleh kita sebagai penikmat (konsumen).

Ditengah modernisasi yang semakin berkembang saat ini, ketika rasa kesetiakawanan semakin rendah dan masyarakat semakin bersikap individualistis, ternyata masih ada masyarakat kita yang masih memegang teguh ajaran nenek moyang tentang makna “hidup bersosial”. Ketika di daerah subang atau karawang, para petani I empunya sawah menyewa orang untuk mengerjakan pekerjaan disawah seperti tandur, ngoyos atau ngarambet, petani di kabupaten Lebak provinsi Banten justru saling membantu tanpa diminta. Pada saat salah satu petani terlihat akan mulai menanam padi, para tetangga pun berdatangan membantu menanam tanpa diminta dan dikomando. Begitu pula ketika saatnya ngoyos atau ngarambet, secara spontan tetangga itu pun turun ke sawah tanpa dibayar.

Pada waktu panen tiba, si empunya sawah mempersilahkan tetangga yang telah membantu tandur dan ngoyos tadi untuk ikut panen menikmati hasil keringat mereka. Karena pada waktu tandur dan ngoyos mereka tidak dibayar, maka pada saat panen inilah keringat mereka dibayar. Dari 5 bakul padi yang didapat, 4 bakul untuk si empunya sawah, 1 bakul untuk tetangga yang membantu itu, bahkan sering pula si empunya sawah memberikan lagi 1 bakul untuk mereka. Itulah yang disebut bertani “Nyeblok”.

Dengan sistem tersebut, ketahanan pangan masyarakat di desa itu dapat terjaga kuat karena rasa kesetiakawanan yang tinggi dan rasa saling membutuhkan satu sama lain. Untuk makan sehari-hari, masyarakat di desa tersebut tidak ada yang membeli beras di pasar, sebab masing-masing rumah memiliki lumbung padi sendiri-sendiri. Dengan adanya lumbung tersebut, kebutuhan makan mereka tercukupi hingga maa panen yang akan datang.

Namun, dengan gempuran arus modernisasi seperti sekarang, akankah sistem “Nyeblok” tersebut dapat bertahan? Ketika pemuda-pemuda desa lebih tertarik dan bangga bekerja di kota daripada menjadi petani, akankah kesetiakawanan seperti itu dapat terus terjaga?




Keterangan:

Tandur : Menanam padi
Ngoyos (ngarambet) : Membersihkan gulma


Artikel yang berhubungan