Ini dia yang sering di cari para guru pada awal-awal tahun pelajaran, yaitu pembuatan atau penyusunan SILABUS dan RPP. Sebelumnya saya posting tentang MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI, kali ini saya mem-posting soal Silabus dan Rpp tapi Khusus Bidang Stusi Fisika saja, soalnya Istri saya guru bidang studi Fisika SMA kelas X.
Nah, bagi guru yang sedang mencari Silabus dan Rpp Fisika SMA kelas X silahkan klik dibawah ini:
SILABUS_SMA_FISIKAIa.zip
SILABUS_SMA_FISIKAIb.zip
RPP_SMA_FISIKAIa.zip
RPP_SMA_FISIKAIb.zip
8.12.2010
Silabus dan RPP Fisika SMA X
Marhaban Ya... Romadhon....
Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah...Engkau masih memberikan kesempatan aku untuk mencicipi manisnya Romadhon. Buat Temen-temen, SELAMAT MENJALANKAN IBADAH SHAUM YA.....
Read More..8.05.2010
Media Pembelajaran Animasi
Bagi guru-guru yang lagi sibuk cari media pembelajaran berbasis animasi/flash bisa download dibawah ini GRATIS!.
Minggu-minggu ini lumayan sibuk. Program pemberdayaan petani banyak, belum rencana kunjungan pejabat, de el el.... Ditambah bantuin pekerjaan istri membuat perangkat pembelajaran. Istri saya adalah seorang guru SMA Negeri di kota kecil tempat saya tinggal ini. Sebagai guru, tugasnya ternyata tidak sedikit. saya juga baru tahu kalo jadi guru bisa sesibuk itu....Maafkan isteriku sayang....kadang ego suami pengen dilayani segala hal, sampe-sampe minum aja minta diambilin...
Tapi setelah bantu isteri menyiapkan perangkat pembelajaran itu, ada banyak hal yang bisa saya petik hikmahnya. salah satunya pembuatan media pembelajaran secara animasi itu...
Nah bagi bapak dan ibu guru yang lagi bingung carinya dimana....silahkan klik bidang study yang mau didownload.
FISIKA.zip
KIMIA.zip
BHS INGGRIS.zip
BIOLOGI.zip
SEJARAH.zip
GEOGRAFI.zip
MATEMATIKA.zip
Sosiologi.rar
EKONOMI.zip
Silahkan didownload GRATIS...TIS...TIS....!!!
Catatan: Bagi yang belum punya Flash Player-nya, Silahkan download DISINI
7.29.2010
Pemanfaatan Teknik Kultur Antera Pada Pemuliaan Tanaman Padi
Pemuliaan tanaman padi bertujuan untuk menghasilkan berbagai varietas padi ungul baru yang memiliki sifat lebih baik dibandingkan dengan varietas ungul yang telah ada, antara lain; hasil dan kualitas hasil lebih baik, toleran terhadap faktor pembatas biotik dan abiotik, adaptif terhadap spesifik lokasi serta sesuai dengan preferensi konsumen. Sebagian besar dari varietas padi unggul yang telah dilepas dihasilkan melalui program persilangan dan seleksi yang memerlukan waktu cukup lama hingga 5-7 tahun bahkan lebih. Dalam upaya menyediakan varietas unggul baru dengan waktu yang relatif lebih cepat dapat dilakukan antara lain melalui pemanfaatan teknik kultur antera.
Teknik kultur antera dapat mempercepat waktu pemuliaan melalui pembentukan galur haploid ganda (galur murni) dari polen tanaman F1, sehingga seleksi untuk sifat unggul yang diharapkan dapat dilakukan lebih awal. Secara teknis kultur antera padi terdiri dari dua tahap; yaitu tahap induksi kalus dari polen yang terdapat dalam antera tanaman F-1 (hasil persilangan antara tetua yang memiliki karakter diharapkan), dan tahap regenerasi tanaman dari kalus menjadi planlet. Planlet hasil regenerasi tanaman selanjutnya diaklimatisasi dan dipelihara hingga fase generatif. Planlet hijau yang dihasilkan pada umumnya berupa tanaman haploid ganda, sehingga dapat menghasilkan biji dan diperbanyak untuk evaluasi lebih lanjut.
Salah satu kendala pemanfaatan teknik tersebut adalah rendahnya produksi planlet hijau yang dihasilkan dan tidak semua genotipe memiliki daya kultur antera. Perbaikan teknis aplikasi untuk meningkatkan produksi galur-galur haploid ganda terus dilakukan. Hingga saat ini teknik kultur antera telah berhasil dimanfaatkan dalam perakitan galur-galur harapan baik pada padi sawah maupun padi gogo. Melalui teknik kultur antera galur-galur harapan dapat diperoleh dalam waktu 2,5 tahun.
Kata kunci: Kultur antera F-1, haploid ganda, seleksi, galur harapan
Sumber: Priatna Sasmita http://pangan.litbang.deptan.go.id/index.php?bawaan=berita/fullteks_berita&&id_menu=3&id_submenu=3&id=125
6.05.2010
Innalillahi Wainna Ilaihi Roji'uun...
Innalillahi Wainna Ilaihi Roji'uun... Telah berpulang ke Rahmatullah, Mertua saya yang bernama H. Muharram, di Rangkasbitung, Banten.
Tadi malam, tepatnya tanggal 4 Juni 2010pukul 23.20 WIB, mertua saya itu wafat dengan sangat tenang di Rumah sakit Umum Daerah Lebak, Rangkasbitung.
Pagi harinya sekira jam 09.00 WIB, beliau dilarikan ke UGD karena sesak nafas. Sekira pukul 11.00 beliau dipindahkan ke ruang Anyelir 17. karena memang kondisi beliau yang sudah sangat lemah, pihak rumah sakit mengatakan hanya bisa pasrah. dan akhirnya pada pukul 23.20 WIB, beliau menghembuskan nafas terakhirnya dengan sangat tenang....Subhanallah...
Sebenarnya pihak keluarga juga sudah pasrah, dan tidak tega melihat penderitaan beliau selama beberapa tahun terakhir. Dari mulai penyakit jantung, sesak nafas, diabetes, asam urat, hemorhoid, dan yang terakhir kanker ganas. Penyakit ginjalpun sempat beliau idap disebabkan kankernya yang sudah menjalar ke organ tubuh lainnya.
setiap kali beliau merasa sesak nafas, atau kesakita disalah satu bagian tubuhnya, kami sungguh sangat tidak tega melihatnya. dan setelah beberapa tahun yang panjang beliau berjuang bertahan hidup dengan penyakit-penyakit tersebut, akhirnya tadi malam beliau dapat kembali tenang....sangat tenang...
Tadi siang, sekira pukul 13.00, beliau dikebumikan di TPU di pasir sukarayat, rangkasbitung timur, rangkasbitung. Kini, beliau telah kembali kepada SANG PENCIPTA....
Selamat Jalan Ayah, Bapak, Abah, Kakek Kami.....Mudah-mudahan Semua Amal perbuatannya diterima di sisi ALLAH SWT...dan diterima iman islamnya, Amiin....
"WAHAI JIWA YANG TENANG, KEMBALILAH KEPADA TUHANMU DENGAN RIDHO. MAKA MASUKLAH KALIAN KEDALAM SYURGAKU.....
Si Koe2t Ngambek.....
Pembaca masih inget cerita saya tentang sebuah sepeda motor tua yang begitu setia mengantarkan dan menemani saya bertugas, dan keluarga kami memberikan nama "Si Kukut"? Minggu lalu dia ngambek....!!!
Ceritanya begini....
Minggu lalu, kegiatan saya sangat padat. Pergi pagi-pagi sekali, dan pulang bisa sampai magrib dirumah. tidak ada waktu saya untuk mengecek si kukut secara keseluruhan, paling-paling hanya ban dan rem saja. Ternyata saat itu ban si kukut sudah teramat gundul, sehingga mau tidak mau harus segera diganti. Dengan senang hati saya mengganti ban si kukut dengan ban baru yang sedikit mahal agar bisa bertahan lebih lama dan dapat melalui jalan berbatu dan licin. Alhamdulillah, setelah diganti ban, si kukut tampak lebih gagah dan lebih mantap dijalan. Namun....Keesokan harinya, ketika saya akan berangkat dengan terburu-buru karena katanya akan datang petugas dari provinsi, si kukut tidak mau hidup....
Saya berusaha memperbaiki semampu yang saya bisa dan mengerti, tapi...si kukut tetap tidak bergeming. Saya pikir karena businya, karena waktu saya buka businya banyak bensinnya alias banjir. lalu saya ganti dengan busi yang baru, dan hasilnya....si kukut tetap tidak merespon.
Beruntungnya saya karena hari itu istri saya tidak ada jam pelajaran disekolah tempatnya mengajar, jadi saya bisa menggunakan "mio" istri saya. Hari itu masalah terselesaikan....Sayapun berangkat dengan nafas sedikit terengah-engah dan kepala saya penuh dengan pikiran tentang "ngambeknya' si kukut. Hari itu saya pulang agak larut, langsung mandi, makan, dan karena kecapean langsung tidur.
Keesokan paginya, dengan penuh harap si kukut bisa berbunyi seperti biasanya.dengan semangat 45 saya mengeluarkan si kukut dari garasi, dan...dua, tiga, empat kali di selah, si kukut tetap diam seribu bahasa.....ough....sedihnya hati ini....
Hari itu dengan setengah harapan yang telah melayang, saya terus mencoba dan mencoba lagi. lagi...dan lagi...Namun si kukut mugen tak beringsut. Sampai-sampai hari itu saya tidak masuk kerja demi menyembuhkan kembali si kukut. Hari itu hari jum'at. setelah jum'atan, saya merasa tak ada yang bisa saya lakukan lagi, mau tidak mau harus membawanya ke bengkel.... Nah...itulah hal yang berat juga. Di dekat perumahan tempat saya tinggal, ternyata belum ada bengkel motor yang bisa service. ada bengkel-bengkel ganti ban, atau tambal aja. Dengan semangat yang terus saya pertahankan, akhirnya saya mendorong si kukut dari rumah saya menuju toko aksesoris motor terdekat dan satu-satunya di sana. Lalu dengan tenaga yang sudah hampir lenyap dan nafas-nafas satu-satu, saya memberanikan diri bertanya bisakah memperbaiki motor saya...? salah satu orang yang ada di toko itu menjawab, BISA....!! Alhamdulillah...oke kalo begitu, tolong perbaiki kukut....
Dengan lumayan cekatan, si abang montir tadi memeriksa si kukut, dan ternyata dia mendapati kabel-kabel yang sudah putus....Allahuakbar....ternyata itu penyebab si kukut tidak mau membuka matanya. Setelah disambung kabel ini itu, akhirnya si kukut kembali bersuara lantang....Alhamdulillah....si kukut kembali....
5.15.2010
Prinsip Bertani Secara Organik

Oleh: Ahmad Satori
Pertanian organik telah lama didengungkan. Semua sektor berebut untuk menjadi yang paling organik. Dari mulai produsen saprotan hingga produsen beras. namun hingga saat ini pelaku utama usaha pertanian yaitu para petani kebanyakan masih enggan untuk mengelola usaha taninya dengan bertani secara organik. Mengapa? Mari kita merenung sejenak.
Menurut IFOAM (International Federation of Organic Agriculture Movements), prinsip pertanian organik didasarkan pada Prinsip kesehatan, Prinsip ekologi, Prinsip keadilan, dan Prinsip perlindungan.
Prinsip KESEHATAN
Pertanian organik harus melestarikan dan meningkatkan kesehatan tanah, tanaman, hewan, manusia dan bumi sebagai satu kesatuan dan tak terpisahkan. Prinsip ini menunjukkan bahwa kesehatan tiap individu dan komunitas tak dapat dipisahkan dari kesehatan ekosistem; tanah yang sehat akan menghasilkan tanaman sehat yang dapat mendukung kesehatan hewan dan manusia. Kesehatan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem kehidupan.
Hal ini tidak saja sekedar bebas dari penyakit, tetapi juga dengan memelihara kesejahteraan fisik, mental, sosial dan ekologi. Ketahanan tubuh, keceriaan dan pembaharuan diri merupakan hal mendasar untuk menuju sehat. Peran pertanian organik baik dalam produksi, pengolahan, distribusi dan konsumsi bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan kesehatan ekosistem dan organisme, dari yang terkecil yang berada di dalam tanah hingga manusia. Secara khusus, pertanian organik dimaksudkan untuk menghasilkan makanan bermutu tinggi dan bergizi yang mendukung pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan. Mengingat hal tersebut, maka harus dihindari penggunaan pupuk, pestisida, obat-obatan bagi hewan dan bahan aditif makanan yang dapat berefek merugikan kesehatan.
Prinsip EKOLOGI
Pertanian organik harus didasarkan pada sistem dan siklus ekologi kehidupan. Bekerja, meniru dan berusaha memelihara sistem dan siklus ekologi kehidupan. Prinsip ekologi meletakkan pertanian organik dalam sistem ekologi kehidupan. Prinsip ini menyatakan bahwa produksi didasarkan pada proses dan daur ulang ekologis. Makanan dan kesejahteraan diperoleh melalui ekologi suatu lingkungan produksi yang khusus; sebagai contoh, tanaman membutuhkan tanah yang subur, hewan membutuhkan ekosistem peternakan, ikan dan organisme laut membutuhkan lingkungan perairan. Budidaya pertanian, peternakan dan pemanenan produk liar organik haruslah sesuai dengan siklus dan keseimbangan ekologi di alam. Siklus-siklus ini bersifat universal tetapi pengoperasiannya bersifat spesifik-lokal. Pengelolaan organik harus disesuaikan dengan kondisi, ekologi, budaya dan skala lokal. Bahan-bahan asupan sebaiknya dikurangi dengan cara dipakai kembali, didaur ulang dan dengan pengelolaan bahan-bahan dan energi secara efisien guna memelihara, meningkatkan kualitas dan melindungi sumber daya alam. Pertanian organik dapat mencapai keseimbangan ekologis melalui pola sistem pertanian, membangun habitat, pemeliharaan keragaman genetika dan pertanian. Mereka yang menghasilkan, memproses, memasarkan atau mengkonsumsi produk-produk organik harus melindungi dan memberikan keuntungan bagi lingkungan secara umum, termasuk di dalamnya tanah, iklim, habitat, keragaman hayati, udara dan air.
Prinsip KEADILAN
Pertanian organik harus membangun hubungan yang mampu menjamin keadilan terkait dengan lingkungan dan kesempatan hidup bersama. Keadilan dicirikan dengan kesetaraan, saling menghormati, berkeadilan dan pengelolaan dunia secara bersama, baik antar manusia dan dalam hubungannya dengan makhluk hidup yang lain.
Prinsip ini menekankan bahwa mereka yang terlibat dalam pertanian organik harus membangun hubungan yang manusiawi untuk memastikan adanya keadilan bagi semua pihak di segala tingkatan; seperti petani, pekerja, pemroses, penyalur, pedagang dan konsumen. Pertanian organik harus memberikan kualitas hidup yang baik bagi setiap orang yang terlibat, menyumbang bagi kedaulatan pangan dan pengurangan kemiskinan.
Pertanian organik bertujuan untuk menghasilkan kecukupan dan ketersediaan pangan maupun produk lainnya dengan kualitas yang baik. Prinsip keadilan juga menekankan bahwa ternak harus dipelihara dalam kondisi dan habitat yang sesuai dengan sifat-sifat fisik, alamiah dan terjamin kesejahteraannya. Sumber daya alam dan lingkungan yang digunakan untuk produksi dan konsumsi harus dikelola dengan cara yang adil secara sosial dan ekologis, dan dipelihara untuk generasi mendatang. Keadilan memerlukan sistem produksi, distribusi dan perdagangan yang terbuka, adil, dan mempertimbangkan biaya sosial dan lingkungan yang sebenarnya.
Sumber: Tabloid sinartani edisi Maret 2010
Membuat Penakar Hujan Sederhana

Oleh: Ahmad Satori
Data curah hujan kini telah menjadi bagian penting penunjang keberhasilan berusaha tani. Namun persoalannya, untuk mendapatkan data tersebut tidak gampang, perlu alat penakar untuk mengumpulkan data tersebut. Lagi-lagi persoalannya, alat penakar ini cukup mahal dan sulit dicari. Untuk menyiasatinya kita bisa membuat alat penakar curah hujan yang sederhana.
Alat penakar ini bisa dibuat dengan bahan-bahan yang ada dan tanpa mengeluarkan biaya yang banyak, tetapi dengan tetap memegang teguh prinsip-prinsip pengukuran curah hujan yang diberikan oleh BMKG.
Penakar hujan ini terdiri dari :
a. Sebuah corong yang dapat dilepas dari bagian badan alat, mulut corong (bagian atasnya) terbuat dari botol plastik air minum dengan luas 100 Cm2 yang direkatkan pada penutup kaleng badan penampung air hujan.
b. Badan tempat menampung air hujan menggunakan kaleng biskuit.
c. Kaki yang berbentuk silinder.
d. Gelas ukur penakar hujan yang diletakkan di dalam badan penampung air hujan.
Yang harus diperhatikan adalah:
1. Syarat - syarat pemasangan :
a. Penakar hujan harus dipasang pada lapangan terbuka, tanpa ada gangguan di sekitar penakar, seperti pohon dan bangunan, kabel atau antene yang melintang di atasnya. Jarak yang terdekat antara pohon / bangunan dengan penakar hujan adalah 1 kali tinggi pohon / bangunan tersebut.
b. Penakar hujan tidak boleh dipasang pada tanah miring (lereng bukit), puncak bukit, di atas dinding atau atap.
c. Penakar dipasang pada balok bulat yang dicat putih dan ditanam (lihat gambar), sehingga tinggi penakar hujan dari permukaan corong sampai permukaan tanah 120 Cm.(lihat gbr), letak penampang corong harus datar (horizontal).
2. Cara pengamatan :
a. Pengamatan untuk curah hujan harus dilakukan tiap hari.
b. Buka penutup kaleng dan lihat air yang tertampung dalam gelas ukur.
c. Hasil pengukurannya yaitu volume air yang tertampung dibagi luas corongnya (100 Cm2) dan kemudian satuannya dijadikan millimeter (mm). Misalnya air yang tertampung sebanyak 170 ml. (170 Cm3) maka hasilnya adalah : 170 Cm3 : 100 Cm2 = 1.7 Cm = 17 mm. atau 1 mm sama dengan 10 ml (Cc). Untuk menghindarkan kesalahan parallax, pembacaan curah hujan pada gelas penakar dilakukan tepat pada dasar meniskusnya.
d. Bila dasar meniskus tidak tepat pada garis skala, diambil garis skala yang terdekat dengan dasar meniskus tadi.
e. Untuk pembacaan lebih kecil dari 0,5 mm, pada kartu hujan ditulis angka 0 (Nol) dan tetap dinyatakan sebagai hari hujan.
f. Jika tidak ada hujan, beri tanda ( - ) atau ( . ) pada kartu hujan.
g. Jika tidak dapat dilakukan pengamatan dalam satu atau beberapa hari, beri tanda (X) pada kartu hujan.
3. Pemeliharaan :
a. Alat harus selalu dijaga tetap bersih, dan dicat alumunium.
b. Kayu di cat putih, supaya tahan lama terhadap rayap dan cuaca.
c. Corong harus tetap bersih, tidak boleh tertutup oleh benda-benda atau kotoran yang dapat menyumbatnya.
d. Badan penampung air hujan harus sering dikontrol dan dibersihkan dari endapan debu / kotoran.
e. Rumput di sekitar tempat penakar hujan dipasang, harus selalu pendek dan rapih tidak boleh ada semak semak di sekitarnya.
sumber: Tabloid sinartani Edisi Januari 2010
7.23.2009
Upaya Pengembangan Kawasan Buah Unggulan Tropika untuk Ekspor
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil buah tropis yang memiliki keanekaragaman dan keunggulan cita rasa yang cukup baik bila dibandingkan dengan buah-buahan dari negara-negara penghasil buah tropis lainnya.
Produksi buah tropika nusantara terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, pada tahun 2007 produksi buah Indonesia sebesar 17.116.622 ton atau naik sekitar 4,18 % bila dibandingkan dengan produksi tahun 2008 sebesar 17.831.252 ton.
Peluang pasar hortikultura internasional yang terbuka luas sampai saat ini masih belum dimanfaatkan secara baik oleh pelaku hortikultura nasional. Berbagai upaya peningkatan produksi dan mutu yang dilaksanakan seperti penerapan GAP/SOP, penataan rantai pasokan, pengembangan kelembagaan usaha dan peningkatan investasi di bidang hortikultura pada akhirnya diharapkan juga untuk dapat mengisi peluang pasar di tingkat internasional.
Perdagangan buah tropika di tingkat dunia terus mengalami peningkatan berdasarkan data FAO mengenai perdagangan (Morey, 2007). Pada tahun 2004, jenis buah tropika utama yang diimpor pada tingkat dunia adalah pisang (12,4 juta ton), nenas (1,6 juta ton), mangga (732 ribu ton) dan pepaya (208 ribu ton). Negara terbesar yang mengimpor buah tropika dalam bentuk segar adalah Amerika Serikat diikuti oleh negara-negara Eropa.
Volume ekspor total untuk mangga, manggis dan jambu biji dipasar dunia mencapai 1.178.810 ton dalam tahun 2005. Indonesia berkontribusi sebesar 1.760 ton atau 0,15 persen dari ekspor total dunia. Impor total dunia untuk ketiga komoditas tersebut mencapai 857.530 ton dan untuk Indonesia hanya sebesar 540 ton atau sekitar 0,06 persen (FAO, 2007). Dalam tahun 2006, ekspor total dari komoditas tersebut menjadi 901.520 ton senilai US $ 684,6 juta (NAFED, 2007).
Indonesia memiliki beragam jenis buah-buahan bermutu yang berpotensi untuk mendatangkan devisa bagi negara. Untuk total ekspor buah Indonesia pada tahun 2006 sebesar 26.236 ton atau senilai US $ 144.492.469, angka tersebut mengalami penurunan sebesar 39,92 % bila dibandingkan dengan volume ekspor pada tahun 2007 sebesar 15.761 ton atau senilai US $ 93.652.526. Sedangkan untuk tahun 2008 volume ekspor buah meningkat sebesar 105,50% dibanding tahun sebelumnya yaitu 32.389 ton dengan nilai US $ 234.867.444.
Selengkapnya : http://www.hortikultura.deptan.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=240&Itemid=1
Breeder Penerima Anugerah HKI Luar Biasa DIKTI 2009
Berita Acara Pengumuman Calon Penerima
Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa
NOMOR : 747/D3/LL/2009
Yang bertanda tangan di bawah ini, penanggung jawab kegiatan Anugerah
Kekayaan Intelektual Luar Biasa:
Menimbang :
a. bahwa telah masuk proposal sejumlah 61 (enam puluh satu) untuk Bidang
Teknologi yang dilindungi Paten, 23 (dua puluh tiga) untuk Bidang Varietas
Tanaman yang dilindungi Hak PVT, dan 17 (tujuh belas) untuk Bidang Industri
Kreatif;
b. bahwa telah dilakukan penilaian terhadap proposal tersebut pada butir a oleh
Tim Penilai yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi
Departemen Pendidikan Nasional.
Mengingat :
a. berita acara penilaian yang disampaikan oleh Tim Penilai untuk Bidang
Teknologi yang dilindungi Paten, Bidang Varietas Tanaman yang dilindungi
Hak PVT, dan Bidang Industri Kreatif;
b. hasil risalah rapat Tim Pengarah dengan Tim Penilai pada tanggal 16 Juni
2009 pukul 19.00 WIB bertempat di Direktorat Pendidikan Tinggi Departemen
Pendidikan Nasional.
Memutuskan :
Menetapkan sebagai CALON PENERIMA ANUGERAH KEKAYAAN
INTELEKTUAL LUAR BIASA 2009 sebagai berikut :
Bidang Varietas Tanaman yang dilindungi Hak PVT
No. Nama Sub Bidang Hasil Karya
1 Dr. Aan A. Daradjat Tanaman
Padi
Varietas unggul tanaman padi
2 Dr. Ir. Budi Marwoto Tanaman
Hias
Varietas unggul tanaman Krisan, Lili,
dan Anyelir
3 Dr. Ir. H. Sudjindro, MS Tanaman
Perkebunan
Varietas unggul tanaman Kenaf
4 Dr. Ir. Srijani Sujiprihati, MS Tanaman
Sayuran
Varietas unggul tanaman Cabe dan
Pepaya
5 Ir. Nurul Hidayati Tanaman
Sayuran
Varietas unggul tanaman Tomat, dan
Terong
6 Prof.Ir.H. Achmad Baihaki,MSc.Ph.D. Tanaman
Serealia
Varietas unggul tanaman Kedelai
dan Jagung
7 Dr. Abdul Razak Purba Tanaman
Perkebunan
Varietas unggul tanaman Kelapa
Sawit
8 Dr. Ir. Darman Moudar Arsyad,MS Tanaman
Serealia
Varietas unggul tanaman Kedelai
9 Ir. Asep Harpenas Tanaman
Sayuran
Varietas unggul tanaman Cabe, Paria
dan Kacang Panjang
Jika tidak ada keberatan dari semua pihak, Calon Penerima akan ditetapkan sebagai
Penerima Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa pada tanggal 1 Juli 2009
Jakarta, 17 Juni 2009
Penanggung Jawab Kegiatan
ttd
Suryo Hapsoro Tri Utomo
NIP. 131471476
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI
Gedung DIKTI Jl. Jenderal Sudirman Pintu Satu, Senayan, Jakarta 10270
Tlp. 021 -57946043 (Hunting); Faks. 021-5731846 website: http://dp2m-dikti.net/ email: sip@dp2m-dikti.net